ALIBY BAND bikin LOGO baru..
Dan telah membuat lagu baru yang di beri judul untuk yang ter baik..
Buat kalian smua doain ALIBY BAND jadi yang tarbaik..amien

Aku…
Tak pernah menyadari
Takkan ada waktu datang padaku
Diriku…
Pun tak pernah perduli
Semua yang kulakukan itu hanya mimpi
Takkan kubiarkan menunggu disini
Cukup aku menunggu
Kan kuberikan semua yang ku miliki untukmu
Ah ah ah
Aow ow ow
Come inside of me
Bila…
Kamu mau mengerti
Takkan pernah aku hancurkan diri
Tak mudah tuk…
Berikan hati ini
Semua yang kulakukan itu pasti
Takkan kubiarkan menunggu disini
Cukup aku menunggu
Kan kuberikan semua yang ku miliki untukmu
Takkan kubiarkan menunggu disini
Cukup aku menunggu
Kan kuberikan semua yang ku miliki untukmu
Ah ah ah
Aow ow ow
Ah ah ah
Come inside of me
Come inside of me
Come inside of me
Come inside of me
dari berbagai sumber
CIREBON dan Indramayu telah mengalami masalah serius. Kota di pesisir utara Pulau Jawa ini kerap kekurangan air. Padahal air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting. Perannya dibutuhkan dalam berbagai hal. Mulai dari kebutuhan manusia, bercocok tanam, hingga proses produksi pabrik. Selama ini kebutuhan air Cirebon dan Indramayu sebagian besar dipasok oleh Kuningan. Tentunya kerjasama antar daerah di Ciayumajakuning harus terus ditingkatkan. Sehingga roda ekonomi di semua daerah dapat berjalan. Tentunya bermuara pada peningkatan kesejahteraan warganya.
Kelangsungan sumber air di Kuningan harus dijaga. Jangan sampai, air yang merupakan aset penting Kuningan hilang. Menjaganya sumber air tersebut dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan alam. Gunung tetap hijau dan pembangunan disesuaikan kondisi alam. Selanjutnya Kuningan jangan sampai menjadi daerah industri yang menggusur sumber daya alam. Jangan sampai ada pabrik besar yang menggusur sawah. Dan jangan sampai ada pusat perbelajaan yang menggusur hutan.
Untuk mengisi kas keuangan daerah Kuningan perlu memposisikan diri sebagai daerah wisata. Tentunya wisata yang ramah lingkungan. Sehingga mampu menjaga ketersediaan air, sebagai aset utamanya. Kuningan yang berada di lereng Gunung Ciremai ini memiliki banyak objek wisata memikat. Karakternya juga sangat beragam.Wisatawan dapat menikmati museum bersejarah, desa adat, taman purbakala, dan wisata air.
Jarak antar objek wisata juga sangat dekat. Sehingga dalam waktu beberapa hari wisatawan dapat menikmati semuanya. Sehingga sangat memudahkan bagi wisatawan yang mempunyai waktu terbatas. Untuk wisata sejarah, Kuningan punya Linggarjati. Gedung Perundingan Linggarjati yang merupakan saksi perjuangan bangsa Indonesia. Lokasinya berada di Desa Linggarjati Kecamatan Cilimus. Jarak dari pusat Kota Kuningan sekitar 14 km, dan 26 km dari kota Cirebon. Untuk wisata air, selain taman rekreasi Linggarjati Indah yang tak jauh dari Gedung Linggrajati, Kuningan juga memiliki Cibulan, Waduk Darma, Balong Darmaloka, Cigugur, Goa Maria, dan Telaga Remis, serta objek wisata Taman Purbakala.
Penasaran….??? Mari kita tengok satu-satu….
Linggarjati
Desa Linggarjati merupakan sebuah Desa kecil yang berada di salah satu wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Praktis desa kecil ini dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan dunia, pada saat dilaksanakannya Perjanjian Linggarjati, pada tanggal 10-13 November 1946. Perjanjian ini dianggap sebagai perjanjian yang sangat penting, karena berhubungan erat dengan eksistensi Pemerintah Indonesia dimata dunia pada waktu itu, baik secara De Facto dan De Jure dipertaruhkan.
Pada tanggal 24 Maret 1946 pecahlah peristiwa nasional yang menggetarkan dunia akibat terjadinya pembumihangusan kota yang kemudian dikenal sebagai “Bandung Lautan Api (BLA)”. Peristiwa ini selanjutnya mendorong terjadinya perang gerilya kota yang sangat menjengkelkan Sekutu (Inggris) karena para gerilyawan tidak dapat membedakan mana bule Inggris dan mana bule Belanda. Akhirnya, Sekutu yang dipercaya untuk membebaskan para tawanan perang dan pengembalian pasukan Jepang, memercayakan kepada Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan mempersenjatainya dengan 3.000 pucuk senjata ringan. Peristiwa ini membuat NICA-Belanda amat berang kepada Sekutu dan selanjutnya menyarankan agar Belanda berbicara satu meja dengan pemerintah RI. Belanda yang akan ditinggalkan Sekutu di Indonesia akhirnya terpaksa menerima saran Sekutu dan selanjutnya terjadilah perundingan di Linggajati di Kuningan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa NICA-Belanda harus mengakui de facto RI yang juga dikehendaki dunia internasional.
BLA yang menghasilkan pengakuan de facto RI ini sebenarnya merupakan perjuangan nasional sebab di samping sasarannya kemerdekaan nasional, para pejuangnya pun terdiri dari berbagai unsur bangsa Indonesia. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika semua peristiwa di atas dipelajari lagi secara oral history karena berbagai data dan informasi sejarah perjuangan masih banyak tersebar namun hanya terekam dalam ingatan. Demikian pula dengan kelima bangunan tempo doeloe yang memiliki rekaman sejarah lahirnya NKRI perlu pula direstorasi untuk kepentingan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan sekaligus mencerdaskan kehidupannya dan dapat dibina untuk sarana pendidikan, penelitian, serta kepariwisataan menyambut HUT ke-50 Konferensi AA.
Cibulan
Kolam ikan yang penuh dengan legenda adalah pemandaian air tawar Cibulan. Konon kabarnya kalau kita bisa menyentuh ikan-ikan yang terletak di dalam kolam, keberkahan akan selalu menyertai kita. Boleh percaya boleh tidak. Di sini, selain bisa berenang bersama ikan dewa kita juga dapat melihat tujuh sumur petilasan Prabu Siliwangi.
Waduk Darma
Kalau cuaca cerah, Waduk Darma view nya sangat indah…penasaran..lihat aja sendiri…..Waduk Darma terletak di pinggir jalan lintas Cirebon – Kuningan – Ciamis. Di sini juga wisatawan dapat menikmati keindahan panorama Gunung Ceremai. Berperahu dan merasakan hembusan angin gunung merupakan sensasi yang dapat dinikmati di Waduk Darma. Taman rekreasi yang dilengkapi panggung hiburan juga sangat cocok bagi wisata keluarga.
Balong Darmaloka
Sedangkan Balong Darmaloka merupakan wisata ziarah. Ia terkait penyebaran Islam sejak zaman Wali Songo.
Cigugur
Adapun Cigugur merupakan kawasan yang memegang teguh adat budaya leluhur. Salah satu kegiatan adatnya yang terkenal adalah seren taun. Itu merupakan upacara sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Di Cigugur juga terdapat kolam renang yang unik. Kita dapat renang bersama ikan kancra yang dianggap keramat. Ikan berjuluk ikan dewa ini terdapat pula di Balong Darmaloka dan pemandian Cibulan. Naik sedikit dari kolam renang, kita akan menjumpai sebuah tempat yang dijuluki Gunung Batu, yaa.. karena emang batu semua, tapi asyik lho…
Disini juga dulu aku menimba ilmu selama tiga tahun, yakni di MAN Cigugur, yang letaknya tidak jauh dari wisata kolam renang Cigugur.
Goa Maria
Dari cerita yang berkembang, di sekitar tempat ini pernah terlihat sosok Bunda Maria, makanya di sebutlah tempat ini dengan Gua Maria. Sebuah tempat teduh yang terletak dilereng Gunung Ciremai.
Talaga Reumis
Sedangkan Talaga Reumis menawarkan suasana khas alam pegunungan yang sejuk dan tenang. Nama telaga alami yang berada di lereng Gunung Ciremai itu berasal dari sejenis kerang yang hidup di sekitar telaga.
Taman Purbakala
Selain wisata sejarah, air dan alam, Kuningan juga memiliki objek wisata purbakala di Cipari Kec. Cigugur. Kawasan situs Cipari meninggalkan warisan manusia purba yang telah mengenal peradaban. Benda-benda prasejarah yang berusia ribuan tahun dapat kita temukan di sana. Di antaranya perkakas batu, gerabah, perunggu, menhir, undakan batu besar, fondasi bangunan, tempat penjualan, serta batu kubur.
Itulah sekilas info wisata Kuningan, semoga bermanfaat untuk semuanya…..
Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Kuliah di UKSW Akan Berstandar Internasional* Gelanggang SALATIGA, KOMPAS -Menjelang tahun ajaran baru ini, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga meningkatkan mutu pembelajaran. Hal ini dilakukan dengan membentuk tim yang membahas penggunaan materi-materi mata kuliah dengan standar internasional dalam kegiatan pembelajaran.
Hal ini dikatakan Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Prof Dr Kris Herawan Timotius kepada Kompas, Selasa (3/4). Menurut dia, materi berstandar internasional ini baru akan diberikan pada mata kuliah inti masing-masing program studi.
Ia mencontohkan, untuk Program Studi Biologi misalnya, akan digunakan buku Bio Pschology yang membahas aspek biologi dari psikologi karangan Kalat yang juga digunakan oleh banyak universitas ternama di dunia. “Kalau ingin standar internasional, materi dulu yang disamakan, bahasa baru kemudian,” kata dia.
Materi ini dapat membantu mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di luar negeri agar tak mengalami guncangan saat beradaptasi dengan masalah akademik. Materi inti yang sama akan mempermudah mereka mengikuti ritme perkuliahan di negara lain. Materi ini juga akan ditunjang perubahan gaya belajar maupun fasilitas pendukung, seperti perpustakaan.
Saat ini, UKSW sudah membentuk pusat pengendalian mutu akademik. Dengan demikian, diharapkan materi berstandar internasional ini sudah dapat diterapkan pada tahun ajaran baru. Menurut Kris, hal ini sejalan dengan target UKSW untuk meningkatkan mutu akademik dan mengembangkan keahlian (soft skills) mahasiswa.
Untuk pengembangan keahlian, akan dilakukan berbagai pelatihan dengan mendorong munculnya empati ataupun keahlian mahasiswa. Di UKSW, salah satu keahlian yang ingin ditonjolkan ialah kepemimpinan, baik untuk memimpin diri sendiri maupun orang lain.
Kris mengakui masih terdapat beberapa hambatan dalam menerapkan konsep ini. Kemampuan pengajar masih harus ditingkatkan.
Penghormatan terhadap H.M SOEHARTO mantan Presiden RI ke-2 merupakan yang terbesar dalam sejarah di Indonesia. Ini terlihat dari jumlah pelayat yang mencapai 47 ribu lebih.
Dilaporkan FAIZ FAJARUDIN reporter Suara Surabaya, Senin (28/01) tercatat dalam buku tamu 47 ribu orang datang melayat ke Cendana Jakarta, rumah duka, tempat jenazah Pak HARTO disemayamkan setelah meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Minggu (27/01) pukul 13.10.
Dikatakan DES ALWI Ahli Banding Sejarah dan Pembuat Film Dokumen Sejarah Indonesia saat melayat di Cendana, Senin (28/01), 47 ribu pelayat yang tercatat di buku tamu tersebut, belum termasuk yang tidak terdata.
Menurut DES ALI, ini merupakan hal yang terbesar dalam sejarah, kalau dibanding pelayat saat wafatnya SOEKARNO Presiden RI pertama, Bung HATTA Wakil Presiden RI pertama maupun negarawan Indinesia lainnya.
Kata DES ALI, ini karena kondisinya jauh berbeda dengan yang lalu. Meski Pak HARTO dihujat banyak pihak, tapi data menunjukkan seperti ini.
.
Book Magazine Ungu merupakan buku biografi para personil Ungu yang dikemas dalam bentuk majalah. Isinya profil-profil seluruh personil Ungu, kisah perjalanan karier mereka dari sejak bermain di panggung-panggung kecil hingga meroket berkat single andalan mereka di album ketiganya ’Demi Waktu’, serta bagaimana mereka harus menunda sukses ’demi sebuah waktu’. Buku ini juga disertai komentar mengenai Ungu dari para musisi, artis dan para pekerja seni lain.
“Ada sesuatu yang datang dan hilang seiring dengan kesuksesan yang kami raih ini. Dulu jangankan untuk anak, untuk istri pun saya tidak bisa memberikan apa-apa. Tapi saat ini alhamdulillah kami bisa penuhi kebutuhan dengan uang sendiri.” ujar Pasha sang vokalis Ungu bercerita tentang perjalanan musik mereka.
Buku biografi ini, bila laku, akan diproduksi secara tahunan agar para Cliquers bisa tahu perkembangan terbaru Ungu. “Kalau responnya bagus dan ada permintaan lagi dari pembaca, ya buku ini akan di buat lagi. Tapi kalau tidak, ya tidak. Periodenya pun lihat bagaimana respon buku ini dulu di pasaran bagaimana.” papar Makki, pemain bass Ungu yang ditemui seusai acara peluncuran buku.
Para personil Ungu – yang band-nya sukses menghadirkan lagu yang menjadi high requested ring back tone di semua provider telepon selular – mengaku andil mereka dalam buku ini hanya sebagai narasumber dan bukan sebagai penulis.
Kapanlagi.com – Manusia tidak ada yang sempurna. Dan kalimat itu tepat untuk disematkan pada salah satu personil Ungu, Franco Medjaya Kusuma atau yang kerap disapa Enda. Kepiawaianya membuat lirik dan mengaransemen musik, terkadang membuat sosoknya terlihat sempurna. Tapi ternyata tidak demikian, ada sisi gelap yang pernah jadi bagian kehidupan Enda. Dan itu diakuinya sebagai kelakuan paling konyol yang pernah ia lakukan, yaitu pecandu narkoba.”Itu sisi gelap gue, yang sering membuat gue malu dan sering membuat gue teriak kalau ingat masa lalu,” tuturnya di Hard Rock Cafe Jakarta, Kamis (28/9). Dan lebih mengejutkan lagi, Enda akrab dengan yang namanya minuman keras, sejenis Nipam, Lexotan, sejak masih SD. Beranjak ke SMP, ia mulai akrab dengan ganja dan morfin. “Waktu SD, gue sering pulang malam dan temen-temennya itu anak-anak SMA,” ujarnya. Mulai SMA, dia mulai mengkonsumsi putaw, dan berlangsung cukup lama sampai akhir 1999.
Dari petualangan gilanya itu sempat membuat Enda nyaris ketemu ajal. “Tapi tidak mati juga, dan itu sampai tiga kali,” katanya sembari menunjukkan bekas sayatan di bagian tangannya sebagai tanda kegilaan. “Bekas besyet ini, tak lain ulah dari keinginan tahu gue mengenai rasa sakit. Apa rasa sakit itu nikmat apa tidak. Dan waktu itu memang nikmat yang gue temuin,” jelasnya.
Pada suatu saat Enda ketemu Makki dan Pasha. “Waktu itu gue ketemu mereka dan gue iri banget sama mereka karena badan mereka lebih terlihat sehat. Sementara gue, gitar saja sudah nggak punya. Dan gue, dijanjiin sama Makki, kalau lu sembuh, lu akan gue kasih gitar dan effectnya sekalian,” kenang Enda. Waktu itu, Enda hidup ngamen di Jakarta, hasilnya untuk membeli putaw. “Gue merasa lebih sehat dengan mengkonsumsi putaw daripada makan nasi.”
Akhirnya Enda menghentikan semuanya, tentu dengan rasa sakit yang dideranya. Suatu saat dia ingin kembali, secara reflek dia mengambil air wudhu. “Dan ajaib dengan air wudhu gue sembuh tanpa ke dokter,” ujarnya.
“Yang paling gue sesali adalah gue membodohi ortu. Gue yakin ortu akan merasa gagal mendidik gue, padahal tidak. Dasar guenya saja yang bandel. Dan ini yang paling gue ingat-ingat. Apapun yang gue berikan kepada ortu saat ini sepertinya nggak bakal menutupi kebaikan mereka,” sesal Enda.
Menurut Enda, Ramadhan kali ini benar-benar terasa beda. Paling tidak sekarang dia punya keluarga kecil dan rumah sendiri. “Sekarang gue jadi ayah dari anak gue, dan ini pengalaman baru. Dan makna dari Ramadhan tiap tahun datang ini, menuntut gue harus terus belajar,” tandas ayah dari Azhra Leola Fisuda (2 bulan) dan suami Eka Wilestari (22) ini.
| Gurindam Nasihat |
| Apabila banyak berkata-kata, Di situ jalan masuk dusta.Apabila kita kurang siasat, Itulah tanda pekerjaan hendak sesat. Apabila anak tidak dilatih, Apabila banyak mencela orang, Apabila orang banyak tidur, Apabila mendengar akan khabar, |
Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita mengenal yang namanya cinta. Mungkin kita semua bisa mengartikan apa itu cinta, tapi tidak ada satu orangpun yang bisa mengartikan makna cinta yang sesungguhnya.
Suatu hari ada seorang laki-laki yang sedang duduk termenung. Ia duduk seolah-olah ada suatu masalah yang sangat berat sedang menimpa dirinya, tak lama kemudian ada seorang perempuan menghampirinya. Perempuan itupun mengulurkan tangan dan menyebut namanya (MYRA). Dengan spontan lelaki itupun langsung berdiri tegak dan menyebutkan namanya pula (RIO). Setelah itu mereka berdua saling berjabat tangan, Myra tersenyum sebagai tanda perkenalan. Beberapa menit kemudian Myra dan Rio berbincang-bincang,
Myra: Rio aku minta maaf, jika tadi secara tiba-tiba aku menghampirimu!
Rio: Ah…tak apa-apa, aku malah senang bisa berkenalan denganmu, tapi apa maksudmu menghampiriku?
Myra: Sebenarnya aku tak ada maksud tuk menghampirimu, tapi raut wajahmulah yang mendorongku tuk menhampirimu. Emangnya kamu lagi ada masalah apa sih? Sampai-sampai kamu duduk termenung dan hampir meneteskan air mata.
Rio: Sebenarnya aku mempunyai masalah yang cukup menyakitkan, aku baru saja putus dengan Pacarku.
Myra: O… jadi itu masalah kamu? Sebenarnya jika kamu mengetahui lebih banyak tentang arti cinta mungkin kamu takakan terlalu sedih seperti ini.
Rio: Memangnya kamu pernah merasakan bagaimana sakitnya diputus pacar?
Myra: Aku pernah merasakan sakitnya diputus pacar,tapi aku tak berlarut dalam kesedihan karna aku mencoba mengerti apa makna arti cinta,setelah aku tahu bahwa cinta tak harus memiliki, akupun terus mencoba menghibur hatiku. Jadi cobalah tuk mengerti makna cinta sesungguhnya.
Rio: Iya deh ..aku akan mencoba untuk enggak berlarut-larut dalam kesedihan dan aku akan mencoba tuk lebih memahami makna cinta yang sesungguhnya. Makasih ya Myr atas nasehatmu.
Myra: Iya Rio sama-sama.
Pertemuan Myra dan Rio menunjukkan bahwa cinta memang tak harus memiliki.Dan kita sebagai remaja yang sedang dimabuk cinta, harus bisa memahami lho..apa itu cinta…? OK!