Sepuluh tahun bermusik membuat grup band Ungu menyadari betapa besar peran para penggemar untuk membuat mereka tetap bertahan di dunia seni. Karenanya, sebagai bentuk rasa terima kasih Ungu untuk para fansnya yang dikenal dengan sebutan ’Cliquers’, grub band ini mempersembahkan sebuah Book Magazine berjudul ’A Mild Live Book Magazine’ pada hari Kamis (10/5).Ungu BandBook Magazine Ungu merupakan buku biografi para personil Ungu yang dikemas dalam bentuk majalah. Isinya profil-profil seluruh personil Ungu, kisah perjalanan karier mereka dari sejak bermain di panggung-panggung kecil hingga meroket berkat single andalan mereka di album ketiganya ’Demi Waktu’, serta bagaimana mereka harus menunda sukses ’demi sebuah waktu’. Buku ini juga disertai komentar mengenai Ungu dari para musisi, artis dan para pekerja seni lain.

“Ada sesuatu yang datang dan hilang seiring dengan kesuksesan yang kami raih ini. Dulu jangankan untuk anak, untuk istri pun saya tidak bisa memberikan apa-apa. Tapi saat ini alhamdulillah kami bisa penuhi kebutuhan dengan uang sendiri.” ujar Pasha sang vokalis Ungu bercerita tentang perjalanan musik mereka.

Buku biografi ini, bila laku, akan diproduksi secara tahunan agar para Cliquers bisa tahu perkembangan terbaru Ungu. “Kalau responnya bagus dan ada permintaan lagi dari pembaca, ya buku ini akan di buat lagi. Tapi kalau tidak, ya tidak. Periodenya pun lihat bagaimana respon buku ini dulu di pasaran bagaimana.” papar Makki, pemain bass Ungu yang ditemui seusai acara peluncuran buku.

Para personil Ungu – yang band-nya sukses menghadirkan lagu yang menjadi high requested ring back tone di semua provider telepon selular – mengaku andil mereka dalam buku ini hanya sebagai narasumber dan bukan sebagai penulis.